Menghitung Biaya Bangun Rumah Murah di Jakarta

Rumah bergaya minimalis hingga tahun 2018 ini masih menjadi magnet terbesar yang dapat menarik minat masyarakat. Ya, rumah minimalis yang mengunggulkan nilai praktis dan ekonomis ini dipilih karena tidah butuh lahan luas atau perabotan yang banyak. Itu artinya, untuk bangun rumah murah pun bisa diwujudkan tanpa harus mencekik saldo tabungan.

Tidak dapat dipungkiri jika budget untuk membangun rumah sangatlah besar. Harga tanah yang kian melambung menjadi salah satu faktornya. Inilah mengapa rumah minimalis lebih disarankan bagi Anda yang ingin menekan biaya bangun rumah di Jakarta. Lagi pula, tanah kosong di Jakarta sudah semakin langka, kalaupun ada juga tidak terlalu luas. Meski tidak begitu luas, harganya tetap saja mahal.



Apabila Anda berencana bangun rumah murah di Jakarta, berikut adalah perhitungan biaya bangun rumah yang perlu diketahui.

Luas Bangunan

Luas bangunan juga menjadi bagian dari perhitungan biaya bangun rumah. Apabila Anda ingin membangun rumah bertipe 36/75, maka luas tanahnya adalah 75 meter persegi. Jika per meter perseginya seharga Rp. 1,2 juta, maka Anda membutuhkan dana sebesar Rp. 90 juta.
Selanjutnya, biaya bangunan ini akan dihitung dengan menggunakan sistem m2. Jika harga per meter tanahnya adalah Rp. 2,2 juta, maka dana yang harus disiapkan adalah Rp. 79,2 juta.
Dari perhitungan ini diperoleh Rp. 90 juta + Rp. 79,2 juta = Rp. 169,2 juta. Inilah jumlah dana yang dibutuhkan untuk membeli tanah dan membangun rumah tipe 36.

Biaya Jasa Tukang Bangunan

Bangun rumah murah membutuhkan jasa tukang bangunan supaya rumah bisa cepat selesai dibangun. Berhubung Anda akan membangun rumah minimalis, tukang yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 5 sampai 7 orang.
Sementara biaya tukan ini biasanya dihitung harian. Biaya harian untuk kepala tukang umumnya mulai dari Rp. 100 ribu sampai Rp. 150 ribu. Sedangkan untuk asisten tukang mulai dari Rp. 75 ribu sampai Rp. 100 ribu.
Dari sini bisa disimpulkan apabila Anda menggunakan jasa 1 kepala tukang beserta 7 asisten tukang, maka biaya hariannya adalah Rp. 850 ribu. Pertimbangkan dengan kepala tukang kira-kira berapa asisten yang dibutuhkan.

Biaya Bahan Material

Membangun rumah minimalis atau bukan tetap membutuhkan dana khusus untuk kebutuhan bahan bangunan. Karena ingin menghemat dana, Anda bisa bangun rumah murah dengan memilih gaya minimalis.

Di atas sudah diberi gambaran perhitungan luas bangunan dan biaya tukang bangunan, selanjutnya untuk merencanakan anggaran dana bahan material perlu dipastikan dulu rumah minimalis 1 lantai atau 2 lantai yang akan dibangun.
Apabila akan membangun rumah minimalis satu lantai, maka bahan-bahan baku yang dibutuhkan di antaranya pondasi, dinding, genteng, kusen pintu dan jendela, struktur hingga cat rumah.
Sedangkan bahan bangunan yang diperlukan di antaranya; cakar ayam, batako, besi beton kombinasi, konstruksi baja ringan, keramik, genteng, dan cat. Dari bahan-bahan tersebut ditaksir per meternya dapat membutuhkan dana kurang lebih Rp. 3 juta.

Biaya Tak Terduga

Biaya bangun rumah murah di Jakarta atau dimanapun tempatnya tetap membutuhkan anggaran biaya tak terduga.  Dana ini nantinya dijadikan sebagai dana candangan apabila dalam proses pembangunan rumah ternyata membutuhkan dana-dana di luar yang telah direncanakan di awal. Sisihkan setidaknya 10% dari total biaya bangun rumah.

Demikianlah beberapa poin yang dapat dijadikan acuan dalam merencanakan biaya bangun rumah murah di Jakarta. Selebihnya dapat dikonsultasikan pada kepala bangunan atau arsitek yang ditunjuk karena biaya bisa membengkak jika menghendaki tambahan-tambahan tertentu pada rumah impian Anda.
Diberdayakan oleh Blogger.