5 Komponen Utama yang Harus Dicek Sebelum Kredit Laptop Bekas


https://lh3.googleusercontent.com/bGnM3YJDNqQFFYO-ZRp4IKiDm9nGuxMrQN0AC_EhGBhUspOhLIJHcTam3gVpEJz46FygEOvyYyHwTCdVcnOzJH9NntIwCdnv_FpzbsynZGqucmvtLCIj4FM1I6vMxdLapP02pHUX


Baik kredit laptop bekas online atau offline, pengecekan kondisi laptop udah jadi hal wajib yang nggak bisa ditawar-tawar lagi. Meskipun bekas, pastinya kita nggak mau rugi kan apabila ada kondisi laptop yang cacat atau bahkan rusak.

Kalo kredit laptop bekas secara offline di toko, ngecek kondisi laptop pastinya gampang aja. Sementara yang agak mengkhawatirkan adalah kalo kredit laptop online bekas. Mau nggak mau, kita harus selesaiin transaksi dan nunggu barang nyampe ke rumah, baru bisa dicek.

Solusinya, sebagai konsumen, kita harus cari merchant online dan metode kredit yang kredibel dengan kebijakan refund atau pengembalian yang jelas. Di jaman rekam jejak internet kayak sekarang, kita bisa ngandelin google buat cari review seputar pengalaman kredit di sebuah merchant online.

Soal kondisi laptop, umumnya ada 5 komponen “nyawa” utama yang wajib dicek saat kita mau kredit laptop bekas:

1.   Layar dan Keyboard

Sebagai “wajah” dan komponen vital pada laptop, layar dan keyboard adalah komponen pertama yang perlu dicek pada laptop bekas. Layar dan keyboard juga bisa jadi cerminan dari pemakaian pemilik laptop sebelumnya. Nyalakan laptop, lalu lihat kondisi layar LCDnya, apakah ada retakan, goresan, atau bintik-bintik. Coba juga ganti-ganti wallpaper laptop dengan warna hitam atau putih untuk melihat kondisi layar dengan lebih jelas.

Layar dengan kondisi baik, pastinya nggak ada bintik-bintik apalagi retakan. Kamu juga perlu mencoba buka-tutup layar untuk mengecek engsel layar, apakah kendor atau nggak. Begitu juga dengan keyboard, pastikan semua tombol keyboard berfungsi dengan baik dan nggak ada yang terlepas. Kamu bisa coba mengetik, CTRL, capslock, hingga mengecek tombol perintah F1 sampai F12.

2.         Harddisk

Karena kita akan menyimpan banyak data di laptop nantinya, maka harddisk pada laptop bekas haruslah berfungsi normal dan kapasitasnya masih besar. Pastikan juga bahwa harddisk pada laptop bekas masih sesuai dengan pabrikannya, misalnya, tipe laptop A punya harddisk 1 TB, maka laptop A bekasnya juga harus punya harddisk 1 TB.

Kamu bisa mengecek harddisk dengan cara copy-paste beberapa file berukuran besar. Kalau prosesnya terlalu lama, kemungkinan harddisk pada laptop tersebut udah kena bad sector: kondisi melambatnya kinerja sebuah harddisk dalam memproses data.

3.         Bodi dan Soket

Setara dengan layar dan keyboard, kondisi fisik laptop juga bisa jadi cerminan utama dari cara pemakaian pemilik laptop. Kamu juga bisa mengecek apakah laptop pernah jatuh atau nggak dari bodinya. Kalo ada goresan, lecet, atau gompal, maka kemungkinan besar, laptop pernah terjatuh atau tergores benda tajam. Laptop yang pernah jatuh memiliki risiko kerusakan komponen dalam yang besar. Sebaiknya hati-hati.

Begitu juga dengan kondisi soket-soketnya mulai dari USB, headset, memory card, HDMI, projector, DVD, dan yang lainnya. Pastikan semua soket berfungsi dengan baik sebab soket juga termasuk komponen vital. Coba colokkan flashdisk, headset, atau kabel HDMI untuk memastikan funsgi soket pada laptop bekas bekerja dengan baik.


4.         Baterai dan Charger

Sambungkan charger ke baterai, lalu pasang stopwatch. Kamu bisa mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengecharge baterai setengah penuh (50%). Setelah itu, lepas baterai, dan coba akses laptop dengan membuka software yang ada, misalnya browsing internet via Google Chrome. Perhatikan kondisi baterai selama browsing untuk 15 menit pertama. Kalo baterai ngedrop dengan cepat, kemungkinan daya tahan baterai udah bermasalah.

Pastikan juga bahwa kabel charger berada dalam kondisi baik, nggak terkelupas, dan nggak menimbulkan percikan api. Untuk mencapai baterai 50% waktu yang diperlukan antara lain 1-2 jam. Kalo lebih cepat dari waktu tersebut atau bahkan lebih lambat, kamu patut curiga bahwa charger atau baterai udah nggak berfungsi dengan baik.

5.         Stiker atau Segel Garansi

Hampir di semua laptop, terutama di bagian bawahnya punya stiker atau segel penanda garansi yang diberikan oleh produsen atau distributor. Stiker atau segel ini memang sengaja ditempatkan di bagian baut atau tengah-tengah partisi laptop. Tujuannnya, apabila laptop pernah dibongkar, maka bakal kelihatan dari sobeknya stiker.

Kalo penjual bilang laptop belum pernah servis tapi stiker garansinya rusak, maka jangan percaya. Tanyakan langsung ke penjual mengapa stiker bisa rusak. Meskipun servisnya kecil dan nggak menyangkut komponen vital, penjual harus tetap jujur soal kondisi laptop.

Selain di toko-toko konvensional, situs merchant online kayak Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan Bhinneka juga menjual berbagai tipe laptop bekas. Fasilitas kredit laptop tanpa dp juga tersedia di merchant-merchant online tersebut. Kalo nggak punya kartu kredit, kamu bisa manfaatkan fasilitas cicilan laptop tanpa kartu kredit via lembaga multifinansial seperti Kredivo. Sebab, Kredivo sudah bekerja sama dengan merchant-merchant kredibel tersebut untuk metode pembayaran kredit. Nggak cuma Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan Bhinneka, ada juga 200 lebih merchant online populer lainnya yang telah bekerja sama dengan Kredivo. Kamu bisa cek daftarnya di sini.

Dengan Kredivo, nggak ada perbedaan suku bunga antara kredit laptop baru atau bekas. Suku bunganya sama, yaitu 2,95% per bulan dengan pilihan tenor 3, 6, atau 12 bulan, tanpa dp dan juga biaya tahunan. Kalau dibandingin sama fasilitas kredit serupa, bunga di Kredivo lebih rendah sampai 50%. Tenornya juga lebih beragam, jadi kamu bisa lebih fleksibel buat nyesuain kondisi keuangan dengan masa cicilan.  Buat nikmatin fasilitas  cicilan, minimum transaksi atau harga barang yang dicicil harus berjumlah Rp 1,5 juta. Kredivo juga bisa memberikan plafon kredit hingga Rp 20 juta untuk cicilan.

Kredit laptop murah pake Kredivo di merchant online pasti lebih terjamin keamanannya. Kalo ada cacat barang dan nggak sesuai perjanjian di awal, kamu bisa ajukan refund atau pembatalan kredit ke merchant, kemudian limit kredit bakal dikembaliin seperti semua ke akun Kredivomu. Tapi, sebelumnya, pastikan kalau merchant yang kamu pilih punya kebijakan retur dan refund yang jelas ya.

Diberdayakan oleh Blogger.