Lulusan Kampus Otomotif Jakarta Punya Pekerjaan yang Mapan dan Gaji Besar, Mau?


kampus otomotif Jakarta


Salah satu alasan mengapa banyak yang memilih kampus otomotif Jakarta adalah masa depan yang cemerlang. Sekarang ini, bukan hanya startup yang menjadi perusahaan yang diincar oleh lulusan universitas. Tidak sedikit juga orang yang ingin bekerja di perusahaan otomotif meskipun ini bukan termasuk perusahaan generasi milenial seperti halnya startup.

Gaji yang besar menjadi salah satu alasannya. Akan tetapi, untuk bisa diterima di perusahaan otomotif, tentu saja calon karyawan harus tahu otomotif untuk posisi tertentu. Itu artinya mereka harus belajar di kampus jurusan otomotif.

Memang gaji bekerja di perusahaan otomotif sangat fantastis. Rata-rata, gaji pegawai perusahaan tersebut berkisar antara Rp 4,6 juta hingga Rp 8,5 juta. Ini hanya untuk pegawai rendah saja. 

Kabarnya, gaji seorang sales manager mencapai Rp 40 juta. Dan bagian quality control yang harus betul-betul memiliki pengetahuan mengenai otomotif digaji sebesar Rp 7 juta – Rp 10 juta.

Cukup fantastis, bukan?

Memang tidak semua pekerja harus lulusan kampus otomotif. Pada posisi tertentu, lulusan jurusan lain diperlukan seperti accounting. Akan tetapi, lebih banyak dibutuhkan pekerja yang berasal dari jurusan otomotif, terutama bagian penjualan. Pasalnya, mereka yang lulus dari jurusan otomotif tahu persis mengenai kendaraan bermotor. Dengan demikian, mereka bisa lebih fasih dan meyakinkan calon pembeli sehingga akhirnya orang tersebut benar-benar membeli produk yang ditawarkan.

Di masa mendatang, akan ada banyak sekali teknologi otomotif yang berkembang. Teknologi tersebut tidak hanya untuk keperluan riset saja tapi juga diaplikasikan. Mobil tanpa awak menjadi salah satu kendaraan masa depan. Belum lagi teknologi keamanan yang menggunakan sidik jari atau voice sehingga hanya pemilik mobil saja yang bisa mengoperasikan mobil.

Teknologi ini hanya bisa diaplikasikan oleh lulusan kampus otomotif. Dan bukan hanya pekerja di bagian teknis seperti perakitan saja yang diperlukan. Di semua lini harus diisi oleh orang yang tahu persis mengenai perkembangan teknologi otomotif ini.
Jadi, bisa dimaklumi bukan kenapa sekarang ini banyak yang berebut untuk bisa belajar di kampus otomotif Jakarta.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.