Kenali Jenis Reksadana Sesuai Karakteristiknya Agar Menguntungkan


Saat ini, Investasi Reksadana merupakan suatu hal yang tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat, meski pada kenyataannya masih terdapat sebagian orang yang tidak mengetahui bagaimana sistem kerjanya dan model bisnis ini. Investasi Reksadana ialah wadah bagi masyarakat yang berguna untuk menampung dan menghimpun dana modal yang akan diinvestasikan dalam portofolio efek oleh pihak manajer investasi. 

Bisnis ini terbagi dalam dua cara yaitu investasi secara langsung atau lump sum dan investasi secara berkala atau cost averaging. Diantara kedua cara tersebut memiliki karakteristik dan keuntungan yang berbeda, seperti halnya investasi secara langsung yang cocok digunakan dalam partai besar berjangka panjang oleh para investor dengan banyak modal, hal ini dikarenakan modal yang digunakan akan cepat mengalami kenaikan. Sedangkan investasi secara berkala cocok dilakukan oleh investor dengan dana terbatas melalui setoran dana tiap bulannya. 

Investasi ialah salah satu upaya membangun keuangan di masa yang akan datang, sehingga tidak menunggu hari tua atau lanjut usia untuk memulai usaha ini. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, maka usaha investasi dan sejenisnya termasuk reksadana bisa dilakukan dengan mudah, bahkan secara online melalui smartphone Anda. 

Dengan demikian, tidak perlu ragu untuk memulai usaha ini walaupun hasil atau imbalan akhirnya tidak bisa dipastikan di awal, namun tidak ada salahnya jika Anda mencoba. Berikut ialah jenis reksadana yang bisa Anda pilih sebagai usaha investasi yang akan menjamin kondisi keuangan Anda di masa depan:

  1. Reksadana Saham
Merupakan salah satu jenis usaha reksa dana yang dinilai paling banyak membawa keuntungan reksadana dibandingkan beberapa jenis reksa dana lainnya meski resiko yang ditimbulkan juga tergolong paling besar. Cara kerja reksa dana jenis ini ialah penempatan modal investor oleh manajer ke dalam pasar saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang menarik dalam kurun waktu yang panjang.
Di samping itu, terdapat resiko yang besar berupa fluktuasi tajam atau naik turunnya harga saham di pasaran yang tidak stabil. Sehingga, sangat tidak cocok ketika dilakukan untuk investasi jangka pendek. 

  1. Reksadana Campuran
Merupakan jenis investasi yang berkolaborasi dengan beberapa instrumen lain seperti saham, pasar uang dan obligasi. Adanya kolaborasi antara beberapa instrumen ini membawa keuntungan bagi manajer atau pihak investor, dikarenakan tidak hanya berfokus pada satu instrumen saja, sehingga bisa mewujudkan sebuah komposisi portofolio yang lebih fleksibel dibandingkan dengan reksa dana saham. 

Meski keuntungan yang diperoleh tidak sebesar reksadana saham, namun resiko yang ada tergolong cukup rendah. Dengan demikian, jenis campuran ini sangat cocok diterapkan ketika Anda menghindari terjadinya fluktuasi saham yang tidak menentu dan belum diketahui secara pasti.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.