Pipa dan Sambungan Pipa Sering Bocor, Ternyata Ini Kesalahannya!


Pembelian pipa tentunya melibatkan sambungan pipa itu sendiri. Sambungan ini digunakan untuk memudahkan proses penyambungan dari beberapa paralon yang dijadikan saluran air. Namun pada kenyataannya, ada yang kurang jeli dalam melakukan pemasangannya.
Yang salah bukanlah material yang disediakan, melainkan teknik penyambungannya yang kurang teliti. Akibatnya, saluran air rentan mengalami kebocoran.
Teknik Menyambung Paralon Yang Benar
Instalasi saluran air memang jangan disepelekan. Misalnya asal pasang yang penting air sudah bisa mengalir. Ini merupakan praktek yang tidak dibenarkan.
Memang awalnya air bisa mengalir tanpa masalah. Tapi apakah Anda yakin jika salurannya tidak bermasalah?
Faktanya, tidak perlu waktu lama untuk menjumpai masalah tersebut. Ini dicontohkan dengan munculnya rembesan ataupun kebocoran pada pipa. Kalau sudah seperti ini, mau tidak mau Anda perlu memperbaikinya.
Tidak mau mengalami masalah ini dalam waktu dekat, baiknya Anda lakukan penyambungan dengan baik. Nah, seperti apa cara menyambungnya?
Sebelum pipa disambungkan langsung atau menggunakan Sambungan pipa, ada baiknya ujung dari pipa diamplas terlebih dahulu. Amplas keseluruhan sisinya dengan panjang yang sudah diukur.
Ukurannya disesuaikan dengan seberapa dalam pipa tersebut masuk ke dalam pipa/sambungannya. Begitupun sambungannya juga harusnya diamplas bagian dalamnya secara merata.
Dalam pengamplasan ini, amplas yang digunakan jangan yang kasar. Cukup amplas yang halus sehingga tidak memakan banyak lapisan pipa. Karena bila terlalu banyak, Anda yang akan kerepotan seperti harus menambalnya dengan plastik atau semacamnya.
Jika sudah diamplas, bersihkan areanya dengan menggunakan kain. Tujuannya untuk meminimalisir sisa pengamplasan yang bisa memunculkan ruang kosong untuk air mengalir.
Baru setelah itu, gunakan lem khusus untuk pipa. Aplikasikan pada ujung pipa yang telah diamplas secara merata. Sebaliknya, Anda tidak perlu memasukkan lem ke dalam sambungan bagian dalam lantaran lemnya sudah melekat pada ujung pipa.
Setelah itu, masukkan ujung pipa ke dalam sambungan. Diamkan beberapa menit agar lemnya mengering dan merekat sempurna pada sambungan. Lakukan cara ini secara berurutan pada pipa-pipa selanjutnya.
Ketika menerapkan cara ini, usahakan jangan langsung mengalirkan air ke dalamnya. Biarkan sejenak sembari menunggu pipa merekat sempurna. Dengan cara ini, penyambungannya akan berhasil dan lebih tahan terhadap kebocoran.
Teknik ini akan semakin baik manakala pipa dan sambungan pipa yang digunakan memiliki kualitas unggulan. Kualitas yang baik ditandai dengan kemampuan menahan tekanan air yang ada di dalamnya seperti pipa Rucika. Tentunya, ukurannya perlu diperhatikan sedari awal, tergantung pada kebutuhan.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.